Puan di pasir putih
Setelah memarkirkan motor di parking area , aku berjalan menyusuri jalan menuju pantai. Ku tapaki kakiku untuk lebih dekat ke bibir pantai. Pohon cemara, deburan ombak, kapal para nelayan yang sedang menepi dan burung burung yang menari di ranting-ranting cemara, ramai. Aku memilih berteman dengan bisingnya deburan ombak sambil duduk di bawah teduhnya pohon cemara dengan angin yang membelai tiap tiap helai dari rambutku. Bagiku, pantai adalah tempat yang paling magis yang pernah aku temui. Aku senang mendengar suara riuhnya angin dan deburan ombak yang seakan bersahutan. Mereka seolah memberi ketenangan tersendiri bagiku. Mungkin aku terlalu kesepian, sehingga untuk mencari bahagia aku harus ke pantai menemui ombak, angin dan burung burung yang sudah pasti dapat menemani aku hingga aku kebosanan sendiri. Kuamati sisi kanan dan kiri ku, terdapat beberapa pondokan yang masih kosong. Tepat di bibir pantai, aku melihat delman yang baru saja berhenti untuk menurunkan penumpan...