Self Acceptance

"Sudahkah selesai dengan diri sendiri?"

Belakangan ini kalimat itu terus terngiang di kepalaku seakan menuntutku untuk menyelami hal ini lebih dalam.
    Hallo, Aku gie. Manusia yang 6 tahun terakhir sering mengunjungi psikolog untuk terus berusaha melanjutkan hidup. Apa yang kamu pikirkan tentangku setelah aku mengatakan kalimat itu?hehe
       Aku adalah manusia yang dengan sadar melangkahkan kaki ke Klinik Psikologi untuk sekedar mengeluarkan keresahanku atau meminta bantuan tentang apa yang mengganjal di hati dan pikiranku.
    Sebenarnya aku selalu bertanya tanya, apakah sebenarnya manusia itu bisa selesai dengan dirinya sendiri? 
   Beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk kembali menghubungi psikolog, karena kalimat selesai dengan diri sendiri ini terus berputar dikepalaku. Seperti biasa, sesi konsultasi diawali dengan mba psikolog bertanya tentang kabarku dan bagaimana aku melalui hari hari setelah sesi konsultasi terakhir. Semua mengalir begitu saja hingga akhirnya aku menceritakan tentang apa yang menjadi keresahanku.
    "Sebenarnya manusia tidak akan pernah selesai dengan dirinya sendiri we'll never end, karena manusia adalah makhluk yang dinamis dan selalu berproses" kurang lebih begitulah apa yang dikatakan Psikologku saat sesi konsultasi berlangsung. Lalu beliau menambahkan bahwa yang ada adalah berdamai dengan diri sendiri, one by one, part by part. Dan saat ini adalah salah satu bagian dari prosesku berdamai dengan diri sediri. Manusia melalui banyak hal, ada emosi yang tumbuh setiap waktu dan masalah yang datang seiring berjalannya waktu. 
        Ummm, Okayyy, aku mulai paham bahwa manusia  adalah makhluk yang selalu berproses. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya untuk tau bahwa kita sudah berdamai dengan diri sendiri?

Jawabannya akan aku tuliskan di lain kesempatan ya! See you...

Komentar

  1. Ngerasa related banget dengan kata-kata manusia adalah makhluk yang selalu berproses. Selamat bertumbuh dan berproses. Wherever and whenever you need me, you know i'll always be there for you, yel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untukmu, semoga Allah juga memudahkan semua proses yang sedang di lalui ya. Semoga Allah selalu menjagamu dalam setiap langkah <3

      Hapus
  2. Semoga aku, kamu dan kita bisa berdamai dengan diri sendiri supaya bisa berproses menjadi lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ya mujibassailin. Berdamai dengan diri sendiri adalah proses yang memerlukan perjalanan yang tidak singkat dan berkelanjutan. Semoga Allah mudahkan semua prosesnya dan diberikan sebaik baiknya kesembuhan. Selamat bertumbuh dan berproses ya :)

      Hapus
  3. Gie aku iri denganmu, terima kasih karena udah aware dengan dirimu sendiri ya. Aku tahu ini bukanlah hal yang mudah untuk dilalui tapi aku yakin kamu mampu melewati ini semua. Selamat berproses gie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa lebih aware dengan diri sendiri sebelum ke orang lain ya. Katanya ketika kita sudah bisa memperlakukan diri sendiri dengan baik, kita bisa memperlakukan orang lain dengan baik pula. Semangat berproses, terima kasih karena udah baik ke dirimu sendri dan orang lain, ya. Sending virtual hug!

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip : Puncak Kaba yang ke Tiga

Dia yang bernama Pupuw